KALAMULLAH

MUTIARA HADITH

" Dalam riak wajah ada pancaran dakwah.Dalam tutur bicara ada gema tarbiah.Dalam gerak langkah ada semangat mujahidah.
Kita lupakan wajah yang layu, kita tinggalkan bicara yang pilu, kita kuburkan langkah yang lesu.
Bangkitlah perjuangan!
Tatkala yang haq mendabik megah, dan kebatilan akur menyembah...Allah tahu kita pernah menyeka peluh dan air mata demi Islam tercinta”


TEGUHKAN KEIMANAN, TETAPKAN PENDIRIAN.

SEMOGA TERUS THABAT DALAM PERJUANGAN.

Thursday, January 7, 2010

KEPIMPINAN : AMANAH ATAU SUATU PILIHAN ?



Sangat menarik jika kita membahaskan masalah kepemimpinan. Semua manusia diciptakan tidak lain adalah untuk menjadi seorang pemimpin. Khalifatul fil ard. Minimal aplikasi dari memimpin adalah memimpin diri sendiri.

Selanjutnya, apa sebenarnya makna yang terkandung dari kata memimpin? Memimpin adalah suatu pilihan. Tidak sekadar suatu amanah. Menjadi pemimpin adalah suatu pilihan yang harus diperjuangkan.

Selama ini banyak teori yang menjelaskan bahwa pemimpin adalah suatu amanah yang diberikan oleh seseorang atau suatu kelompok pada orang tersebut. Dari teori tersebut seolah posisi pemimpin merupakan bonus dari suatu usaha. Padahal jika dicermati, bonus merupakan suatu penghargaan yang diberikan oleh orang lain akan jasanya. Menjadi pemimpin merupakan hak semua orang.


Menjadi pemimpin merupakan sebuah pilihan yang harus diperjuangkan. Perjuangan ini terjadi kerana sebuah realiti dari makna khalifahtul fil ard. Memimpin adalah mempunyai sebuah pekerjaan luhur untuk mengarahkan kelompok yang dipimpinya untuk berjalan di jalur yang benar. Pendek kata, pemimpin adalah seorang faruq, furqan, yang mampu membezakan mana yang benar dan mana yang salah. Dari kemampuan itulah pemimpin diharapkan mampu mengantarkan kaumnya agar menjadi lebih baik.

Sedangkan, kemampuan untuk membezakan mana yang baik dan buruk merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang yang dewasa. Seorang yang dewasa mempunyai kemampuan untuk berfikir lebih lanjut. Pola pemikiran yang lebih maju, ertinya mampu menyimpulkan suatu perkara, menandakan seseorang telah dewasa.

Kemudian, dari kemampuan membezakan yang baik dan buruk dituntut untuk memberikan sebuah peringatan bagi yang lain. Selain peringatan, setiap manusia dituntut juga untuk bisa saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Inilah makna yang seharusnya diperhatikan oleh setiap orang. Sehingga yang muncul adalah memimpin adalah sebuah hal yang harus diperjuangkan, tidak sekadar amanah belaka.

Setelah menjadi seorang pemimpin, manusia mempunyai sebuah amanah untuk mendidik dan mengarahkan umatnya. Amanah ini akhirnya berdifusi menjadi sebuah kewajiban yang harus dipikul. Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu menjalankan amanah berupa kewajiban dalam menjalankan fungsinya sebagai pemimpin.

Pemimpin bagai sebuah madrasah, sekolah bagi umatnya. Berhasil atau tidaknya tergantung dari lulusan yang dilahirkan di akhir kepemimpinannya. Pemimpin wajib memberikan pencerdasan pada umatnya. Pemimpin dipandang sebagai seorang yang lebih kuat dan mampu dalam berfikir. Sehingga keberadaanya harus mempunyai pengaruh dan perubahan untuk umatnya.

Hal terpenting yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah visi dan misi yang tangguh. Visi dan misi bisa terbangun jika seorang pemimpin mempunyai sebuah kerangka berfikir yang matang. Kerangka berfikir mampu mengarahkan seseorang untuk dapat memutuskan hal apa yang seharusnya diambil.

Begitu juga seorang pemimpin, dia harus mempersiapkan dirinya untuk menentukan warna apa yang harus ada jika dia nanti memimpin. Warna kebatilankah yang diperjuangkan, atau warna kebaikan yang dijunjung. Di sinilah yang menentukan bahawa pemimpin merupakan suatu pilihan yang
harus diperjuangkan. Visi dan misi ini merupakan dari visi dan misi Al-Quran yang perlu ada pada setiap muslim. Visi dan misi inilah yang membezakan dengan yang lain.

Visi dan misi terbesar seorang muslim adalah:
1. Sebagai pejuang kebenaran, menegakkan agama Allah.

2. Sebagai pemimpin yang menjadi teladan.

3. Sebagai pionir yang penuh dengan inisiatif dan kreatif.

4. Sebagai pelita cahaya yang menerangi relung kehidupan.

5. Sebagai penebar cinta yang membawa kedamaian.

Dengan dasar visi dan misi di atas, akan terbentuk suatu sistem kepemimpinan yang tangguh.

No comments:

Post a Comment